Kenapa Aku Pindah Dari Jekyll Ke Hugo

29 Januari 2020 • 2 menit untuk membaca artikel ini

Aku sudah lama pakai SSG Jekyll, sejak tahun 2017. Jekyll ini sangat bagus, sebagai SSG dia udah cukup mature. Dukungan komunitas luas, dokumentasi oke dan mudah dipahami, theme yang bagus-bagus sudah bertebaran dimana-mana.

Tapi aku pindah ke Hugo, alasanku cuma satu sih yaitu Hugo cuma pakai single binary buat jalaninnya. Sedangkan Jekyll, dependesinya seabrek. Single binary dari hugo ini sangat memudahkan, gak perlu install apa-apa, modal download aja dari github release mereka dan run. Ketika aku pindah komputer, laptop, linux, windows, mac os, tinggal download satu binary aja. Sangat fleksibel, dibandingkan dengan jekyll. Cuma ini aja alasan kuat aku pindah dari jekyll ke Hugo.

Kenapa engga pindah ke hugo sejak dulu? karena awal-awal hugo naik ke permukaan, free theme dari komunitas sangat sedikit. Aku engga jago otak-atik html, css, dan js. Jadinya hanya bisa memakai theme yg sudah ada. Itu sebabnya bertahan di jekyll yang theme-nya sudah seabgrek.

Proses migrasi memakan waktu 1 hari. Migrasi konten jekyll ke hugo sangat cepat, tinggal ikutin panduan migrasi dari dokumentasi hugo. Gak ada satu jam itu prosesnya, yang lama itu penyesuaian-penyesuaian. Aku pilih theme hugo-notepadium, kemudian melakukan penyesuaian pada bagian-bagian yang aku engga sreg, misalnya menambah beberapa meta tag, mengganti ikon next dan previous, menambah i18n indonesia, dst.

Akhirnya migrasi dari jekyll ke hugo aku anggap selesai. Sisanya sambil jalan aja, soalnya masih baru juga pakai hugo, masih harus belajar lagi.

Cool~

Techhugossg

Sumarsono

System Administrator
Kembali ke atas

Install K3s Tanpa Traefik Dan Servielb>>

<<Setup Kubernetes Cluster Ubuntu 18.04 Pakai Kubeadm